Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Friday, March 8, 2013

Layar PC Bisa Disulap Jadi Layar Sentuh


Layar konvensional yang sudah disulap jadi layar sentuh 

Saat ini perangkat berbasis layar sentuh semakin populer dan menjadi tren baru TI di Indonesia . Sayang, dilihat harganya, perangkat-perangkat itu masih tergolong mahal, belum terjangkau bagi pengguna kelas menengah ke bawah.

Kondisi ini membuat mereka yang ingin merasakan pengalaman komputer layar sentuh harus gigit jari.

Namun, kini sudah ada solusi Motion Touchscreen Panel. Ya, teknologi ini dapat menyulap komputer, PC maupun TV layar datar pengguna bisa menjalankan pengalaman layar sentuh.

Panel yang dikembangkan oleh Motion International ini cukup dipasangkan di depan layar perangkat pengguna, dan dalam sekejap, layar bisa merespons sentuhan jari. Impresif.

"Layar konvensional bisa menjadi layar sentuh karena teknologi inframerah yang bersumber dari panel," jelas Charles Chai, General Manager PT Motion International, saat dijumpai VIVAnews di arena Mega Bazaar Computer 2013, Senayan, Jakarta, 7 Maret 2013.

Sumber inframerah dari panel mengalir ke permukaan kaca. Panel tersebut didesain terletak sesuai form factor layar monitor. "Teknologi ini tergantung dari sensitivitas panel," tambahnya.

Layar yang direkomendasikan yaitu layar datar berbasis Windows 7 versi Ultimate dan Basic. Jika layar Windows Home Premium, pengalaman layar sentuh hanya satu titik sentuhan (single touch) saja.

Efisien

Keberadaan panel ini diklaim cukup efisien dibandingkan dengan perangkat dekstop All in One (AIO). Sebab, saat satu bagian rusak pada perangkat AIO maka pengguna harus mengganti bagian lain. Sedangkan, untuk panel ini, jika rusak, layar konvensional tidak akan diganti, hanya panel saja.

"Jika layar kaca pada panel rusak, cukup diganti dengan yang baru. Hanya 80 ribu rupiah saja," ujar Charles.

Ini adalah kali pertama bagi Motion International merilis panel layar sentuh untuk segmen ritel. Sebalumnya, perusahaan sudah memperkenalkan teknologi ini sejak tiga tahun lalu.

Untuk panel ritel, Motion International menyediakan tiga kategori panel, yaitu panel 18,5 inchi dengan harga promo Rp1,27 juta, panel 21,5 inchi seharga Rp1,5 juta, dan panel 23 inchi dibanderol Rp1,7 juta.

"Kami sebelumnya memasok untuk segmen korporat. Responsnya bagus. Biasanya digunakan untuk e-directory di ruang publik, dan lembaga pemerintahan," tutur Charles.

"Kini, Motion Touchscreen Panel juga bisa dirasakan semua kalangan, termasuk pengguna rumahan," pungkasnya.

Thursday, March 7, 2013

Nih, Ponsel Terimut dan Teringan di Dunia dari Jepang

Nih, Ponsel Terimut dan Teringan di Dunia dari Jepang


ika pada era tahun 90-an kita masih terpesona dengan ponsel-ponsel berukuran kecil, namun di jaman sekarang ini ponsel berukuran lebih besar dengan layar lebih lebar justru diminati.

Dengan munculnya smartphone, ukuran perangkat kini tak lagi dipedulikan. Asalkan ponsel pintar tersebut sudah berteknologi touchscreen dan minimal dapat memutar musik atau browsing di internet.

Berbeda dengan Willcom, salah satu perusahaan di Jepang. Mereka justru memproduksi ponsel terkecil di dunia yang dilabeli dengan nama "Phone Strap 2 WX06A".
Willcom menyebut ponsel ini sebagai ponsel terimut dan teringan di dunia. Ukurannya hanya 32 x 70 x 10,7mm dengan berat hanya 32 gram. Ponsel ini sedikit lebih tebal dari pendahulunya, ponsel pertama Willcom memiliki tebal 10,5mm.

Dengan layar LCD 1-inch dan resolusi 96 x 96 piksel, ponsel ini hanya dapat menampilkan daftar kontak, SMS, dan email teks. Karena ukurannya sangat kecil, jangan harap Anda bisa mendapatkan masa pakai baterai yang lebih. Ponsel ini hanya mampu bertahan selama 2 jam saat dipakai menelepon atau 300 jam waktu siaga.

Dari sisi kapasitas penyimpanan, ponsel ini juga tak bisa diharapkan, bahkan ponsel ini tidak dilengkapi kamera dan aplikasi internal di dalamnya. Demikian dikutip dari Japandailypress, Kamis (7/3/2013).

Willcom mengklaim Phone Strap 2 hanya diperuntukkan sebagai aksesoris pelengkap handset atau tablet saja, karena itu fitur yang disediakan hanya berupa fitur-fitur dasar saja seperti panggilan telepon, email, dan pesan teks.

Karena itulah Willcom hanya berencana memproduksinya secara terbatas, yakni sebanyak 12.000 unit saja. Sayangnya, ponsel ini hanya dijual di Jepang dan mulai tersedia pada akhir tahun ini dalam pilihan warna putih, pink (merah muda) dan hitam. Belum diketahui berapa harga yang akan disematkan pada ponsel mungil ini.

Thursday, January 31, 2013

Sekarang Trennya Wearable Gadget

Sekarang Trennya Wearable Gadget  
ITC ROXY MAS - Satu per satu gadget yang bisa dikenakan pada tubuh atau wearable gadget masuk ke toko-toko di Tanah Air. Mulai yang berupa jam cerdas, gelang cerdas, hingga kacamata cerdas. 
Sony, pabrikan asal Jepang yang dikenal dengan produk televisi, kamera, dan laptop, misalnya, memperkenalkan jam cerdas yang disebut Sony SmartWatch. 
Sekilas, gadget ini mirip iPod Nano, alat pemutar musik digital besutan Apple yang layarnya seukuran jam tangan. Bedanya, jam buatanSony ini menggunakan sistem operasi Androiddan terkoneksi ke telepon seluler cerdas bersistem operasi sama. 

Jam cerdas ala Sony ini telah masuk ke Indonesia sejak kuartal ketiga tahun lalu dan diperlihatkan dalam pameran elektronik di Jakarta Convention Center. 

Sedangkan Apple tak pernah berpikir membuat alat pemutar musik populernya itu dalam bentuk jam. Namun, karena bentuknya mungil, unik, dan bisa menjadi penunjuk waktu, ada perusahaan yang membuat tali jam khusus iPod Nano. 

Lalu ada juga jam tangan cerdas besutan Mito, yang memiliki fitur Bluetooth yang dapat terkoneksi ke telepon seluler. Menurut analis industri digital, Gene Munster, peranti digital cerdas bakal makin banyak dibuat pada tahun ini.

Munster, yang bekerja di perusahaan Piper Jaffray, mengatakan Applejuga ditengarai sedang menyiapkan kejutan berbentuk jam tangan. Dalam hal ini, Apple bekerja sama dengan Intel.

Menurut Jaffray, wearable gadget bakal terintegrasi dengan tablet dan ponsel. Apalagi, teknologi saat ini semakin canggih sehingga ukuran cip pun semakin mini. 

Begitu juga dengan baterai yang semakin ramping dengan daya tahan lebih besar. Ini mengingatkan kita pada film Star Trek, yang para tokohnya bisa berkomunikasi lewat alat sebesar pin di dada.

“Jadi pengguna bisa menelepon, mengirimkan teks, mencari informasi, dan menavigasi lewat perintah suara saja,” ucap Jaffray.

Untuk urusan ini, Apple sedikit tertinggal dibanding Google, yang lebih dulu muncul dengan Project Glass. Salah satu pendiri perusahaan itu, Sergey Brin, bertanggung jawab langsung atas pengembangan wearable gadget berbentuk kacamata.

Brin menargetkan kacamata yang terkomputerisasi itu akan diluncurkan pada tahun depan. Pada bulan ini, Google, perusahaan Internet terbesar dunia, telah menggandeng para pengembang untuk membuat berbagai aplikasi yang bisa digunakan pada kacamata ini. 

Nantinya, pengguna kacamata yang saat ini dihargai US$ 1,500 atau sekitar Rp 14,5 juta itu bakal bisa menggunakannya untuk menjelajah Internet cukup lewat perintah suara.